Rabu, 28 November 2012

ekspresi

ya, ini adalah untuk kesekian kalinya orang orang berkomentar tentang wajahku,
judes,
jutek,
diam,
muka tanpa ekspresi,
sedih.

"kok kamu sedih?" total 3 kali dosen mempertanyakan hal tersebut.
"itu yang nomor dua dari kiri (aku) habis patah hati ya?" kata seorang senior
"eh, si wajah tanpa ekspresi mana?"
dan lain sebagainya yang tidak dapat dicantumkan secara terperinci.

baru menyadari ternyata ada begitu banyak orang yang perhatian samaku, hahaha
dan mulai menyadari pula bahwa memang sesungguhnya banyak yang perlu aku perbaiki dengan wajah yang kumiliki (bukan oplas ya)
aku bersyukur atas apa yang Tuhan percayakan atas hidupku (termasuk wajah).

aku merasa biasa saja, tidak mengekspresikan apapun, dan lingkungan sekitarku langsung mengungkapkan berbagai penilaian tentang hal itu, bahkan pernah pula aku dikira marah, padahal aku hanya sedang melamun dan tak sengaja arah pandanganku tertuju pada insan tersebut.
aku susah ditebak, ungkap salah seorang teman, (lebih tepatnya beberapa orang)
ha, benarkah itu, entahlah, aku juga belum mengenal diriku sendiri secara detail, yang aku tau aku tidak serumit yang kalian bayangkan teman :)

berikut aku bagikan beberapa foto saya (narsisme), dan mulai menyadari kewajaran apabila lingkunganku memberikan penilaian tersebut.






memohon maaf apabila wajah ini menimbulkan berbagai fenomena yang mungkin mengecewakan Anda sekalian. memohon maaf apabila wajah yang saya punyai ini telah menyayat hati sodara-sodara sekalian, sungguh saya tidak bermaksud untuk melakukan itu. ini juga masih sebuah PR besar bagi saya pribadi, untuk menjadikan wajah yang saya miliki sebagai berkat bagi setiap insan yang melihatnya *tsaaah

menyadari juga ternyata selama ini banyak yang menilai aku sebagai pribadi yang sombong, maafkan daku :(
jika selama ini aku lebih banyak diam, bahkan tidak menyapa jika kita bertemu, itu hanyalah karena aku malu , takut, dan terlalu sibuk mencari kata untuk aku ucapkan.
sungguh tidak ada satu niatpun untuk menjadi seorang yang sombong.
kalian tidak tau betapa saya ingin menyapa kalian, betapa susahnya kata-kata itu untuk terucap.
ungkapan bahwa aku lebih memikirkan apa yang mau aku ucapkan mungkin memang benar adanya, sehingga mungkin selama ini aku lebih banyak diam, dan didukung dengan ekspresi wajah saya seperti yang tercantum diatas, semakin lengkaplah semuanya itu.

akhir kata, doakan saya dapat menyelesaikan PR besar tersebut, :D

Rabu, 21 November 2012

aku

entah berapa banyak, beratus, beribu, berpuluh ribu, atau bahkan berjuta-juta hal yang telah terlewatkan, dan manusia ini, dengan nikmatnya melaluinya tanpa rasa kecewa
kesempatan- kesempatan itu berjalan melewatiku,
dan aku hanya memandang tanpa berusaha untuk lebih dekat lagi dengannya
bahkan tidak sepatah katapun aku ucapkan
meskipun hanya kata "hai"
miris ketika aku baru terbangun, bahkan mungkin setengah terbangun dari realita ini
kemana saja aku selama ini
bersembunyi, terkurung dalam rumitnya pikiranku sendiri
terlena dengan zona nyamanku sendiri
tanpa berusaha untuk memaksimalkannya
manja, manja akan keadaan, manja akan segala hal 

yang sedang-sedang saja...
tampaknya hal itu sudah terlarut dalam darahku
tanpa tau dampaknya ketika beredar dalam seluruh sendi kehidupanku
bahkan ketika darah melewati otakku dengan unsur sedang-sedang saja, aku tak tau bagaimana dampaknya bagiku

aku bisa lebih dari ini
aku tak mau yang sedang-sedang saja menghambat fungsi organ tubuhku dalam mengerjakan setiap bagiannya dengan maksimal.
aku yakin aku mampu untuk itu, 
karena Dia memampukanku
just do the best
aku tau aku belum melakukan yang terbaik selama ini, 
but from now on, i'll try to do my best on everything i do
i believe that Jesus with me
i'm not ordinary, i'm extraordinary because i'm Your child