ya, ini adalah untuk kesekian kalinya orang orang berkomentar tentang wajahku,
judes,
jutek,
diam,
muka tanpa ekspresi,
sedih.
"kok kamu sedih?" total 3 kali dosen mempertanyakan hal tersebut.
"itu yang nomor dua dari kiri (aku) habis patah hati ya?" kata seorang senior
"eh, si wajah tanpa ekspresi mana?"
dan lain sebagainya yang tidak dapat dicantumkan secara terperinci.
baru menyadari ternyata ada begitu banyak orang yang perhatian samaku, hahaha
dan mulai menyadari pula bahwa memang sesungguhnya banyak yang perlu aku perbaiki dengan wajah yang kumiliki (bukan oplas ya)
aku bersyukur atas apa yang Tuhan percayakan atas hidupku (termasuk wajah).
aku merasa biasa saja, tidak mengekspresikan apapun, dan lingkungan sekitarku langsung mengungkapkan berbagai penilaian tentang hal itu, bahkan pernah pula aku dikira marah, padahal aku hanya sedang melamun dan tak sengaja arah pandanganku tertuju pada insan tersebut.
aku susah ditebak, ungkap salah seorang teman, (lebih tepatnya beberapa orang)
ha, benarkah itu, entahlah, aku juga belum mengenal diriku sendiri secara detail, yang aku tau aku tidak serumit yang kalian bayangkan teman :)
berikut aku bagikan beberapa foto saya (narsisme), dan mulai menyadari kewajaran apabila lingkunganku memberikan penilaian tersebut.
memohon maaf apabila wajah ini menimbulkan berbagai fenomena yang mungkin mengecewakan Anda sekalian. memohon maaf apabila wajah yang saya punyai ini telah menyayat hati sodara-sodara sekalian, sungguh saya tidak bermaksud untuk melakukan itu. ini juga masih sebuah PR besar bagi saya pribadi, untuk menjadikan wajah yang saya miliki sebagai berkat bagi setiap insan yang melihatnya *tsaaah
menyadari juga ternyata selama ini banyak yang menilai aku sebagai pribadi yang sombong, maafkan daku :(
jika selama ini aku lebih banyak diam, bahkan tidak menyapa jika kita bertemu, itu hanyalah karena aku malu , takut, dan terlalu sibuk mencari kata untuk aku ucapkan.
sungguh tidak ada satu niatpun untuk menjadi seorang yang sombong.
kalian tidak tau betapa saya ingin menyapa kalian, betapa susahnya kata-kata itu untuk terucap.
ungkapan bahwa aku lebih memikirkan apa yang mau aku ucapkan mungkin memang benar adanya, sehingga mungkin selama ini aku lebih banyak diam, dan didukung dengan ekspresi wajah saya seperti yang tercantum diatas, semakin lengkaplah semuanya itu.
akhir kata, doakan saya dapat menyelesaikan PR besar tersebut, :D



bersyukur saja non... emang jutek hihihi... untuk menguranginya gampang, selalu bersyukur pd Tuhan n latihan tersenyum.... tp latihannya jgn ditempat umum ya.
BalasHapus